Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Glider Content

Hitman

Duisorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, ...
Hitman

Gears of war

Quisque orem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ...
Gears of war

Video

FEATLIST

About Me

TABDIV

Random

ZOO

Posted by neocear On Rabu, 18 Mei 2011 0 komentar

PROTOZOA = hidup di tempat yang basah.

Klasifikasi :
1. Rhizopoda = alat gerak pseudopodia, asimetris, makanan dicerna secara fagositosis.
Entamoeba histolitica (menyebabkan penyakit disentri amoeba).
Entamoeba gingivalis (menyebabkan radang gusi).
Foraminifera sp. (fosil sebagai indikator minyak bumi).
Radiolaria digunakan untuk bahan penggosok).
2. Ciliata = alat gerak silia.
Balantidium coli (Parasit, menyebabkan penyakit diare).
3. Flagelata = alat gerak flagel, mastig (bulu cambuk).
Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense (menyebabkan penyakit tidur di
Afrika dengan vektor (pembawa) lalat Tsetse (Glossina sp.).
Trichomonas vaginalis (penyakit keputihan).
4. Sporozoa = tidak memiliki alat gerak.
Toxoplasma sp. Þ penyebab keguguran janin & hydrocephalus.



Siklus hidup :
Sporozoit -> Masuk Tubuh Di Dalam Hati -> Tropozoid -> Merozoit -> Eritrosit Pecah -> Gametosit -> Terhisap Nyamuk -> Zygot Ookinet -> Oosis -> Sporozoit.

Peranan :
Mengendalikan populasi Bakteri, sumber makanan ikan, indikator minyak bumi, bahan penggosok.

PORIFERA = berpori, multiseluler, habitat air laut, hidup melekat pada substrat,
bentuk seperti tabung, warna bervariasi, makanan bakteri, ukuran 2mm

Porifera memiliki 3 saluran air :
1. Ascon = Air masuk melalui pori terus ke spongosol dan keluar melalui oskulum.
Contoh : Leucosolenia.
2. Sycon = Air masuk melalui pori ke saluran radial yang berdinding koanosit lalu ke
spongosol dan keluar melalui oskulum.
Contoh : Scypha.
3. Rhagon = Air masuk melalui pori saluran radial bercabang & keluar melalui oskulum.
Contoh : Euspongia.

Reproduksinya :
1. Seksual = Pembentukan gamet (Hermaprodit).
2. Aseksual = Pembentukan tunas.

Klasifikasi dan bahan penyusun rangka :
1. Calcarea = pencernaan A-S-R -> Zat Kapur / Kalsium Karbonat.
Homocoela = Dinding tipis (A-R).
Heterocoela = Dinding tebal (S-R).
2. Hexactinellida = tipe saluran sikonoid -> Silikat.
3. Demospongiae = tipe saluran leukonoid -> Serabut spongin.

COELENTERATA = tubuh lunak, berongga, berbentuk polip & medusa, makanan udang & ikan,
hidup melekat/melayang.

Fungsi = pembentuk ekosistem terumbu karang.

Klasifikasi dan bentuknya :
1. Hydrozoa = dominan polip kemungkinan medusa.
2. Scyphozoa = dominan medusa kemungkinan polip.
3. Anthozoa = polip.

PLATYHELMINTHES = mikroskopis, pipih, endoparasit, hidup di air tawar/laut/lembab.

Siklus hidup =


Klasifikasi :
1. Turbellaria = cacing pipih yang menggunakan bulu getar sebagai alat geraknya.
Contohnya : Planaria.
2. Trematoda = memiliki alat hisap yang dilengkapi dengan kait untuk melekatkan diri
pada inangnya.
Contohnya : Fasciola , Clonorchis, dan Schistosoma.
3. Cestoda = memiliki kulit yang dilapisi kitin sehingga tidak tercemar oleh enzim
di usus inang.
Contohnya : Taenia solium dan T. saginata.

Peranan : sebagai parasit pada manusia, tanaman, dan hewan.

NEMATHELMINTHES = simetribilateral, bulat panjang, berumah dua, reproduksi seksual,
kosmopolitan, ada yang parasit dan ada pula yang hidup bebas.

Siklus hidup :
Telur Masak (tidak sengaja) tertelan manusia -> menetas menjadi Larva di saluran pencernaan -> menembus usus -> peredaran darah -> Jantung Þ Paru-Paru Þ Trakea (tenggorokan) -> tertelan untuk kedua kalinya dengan gejala batuk-batuk -> Usus -> Cacing dewasa.

0 komentar:

Posting Komentar