Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Glider Content

Hitman

Duisorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, ...
Hitman

Gears of war

Quisque orem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ...
Gears of war

Video

FEATLIST

About Me

TABDIV

Random

Fisiologi Tumbuhan

Posted by neocear On Rabu, 11 Mei 2011 0 komentar

Fungsi unsur hara bagi tanaman:

1. Karbon (C): Pembangun bahan organik (C02).
2. Oksigen : Pembangun bahan organik dan pernafasan.
3. Hidrogen : Pembangun bahan organik
4. Nitrogen (N) : Pembentukan bagian vegetatif (daun, batang dan akar).
NO3- NH4+ Pembentukan hijau daun (proses fotosintesis).
Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.
Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.
5. Fosfor : Merangsang pertumbuhan akar, khususnya tanaman muda.
H2PO4- Memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa.
HPO4– Menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.
Membantu asimilasi dan pernafasan.
Mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.
6. Kalium (K) : Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
K+ Memperkuat tubuh tanaman.
Mengeraskan kayu tanaman, agar daun/bunga/buah tidak mudah gugur.
Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
Meningkatkan mutu dari biji/buah.
7. Kalsium (Ca): Merangsang pembentukan bulu-bulu akar
Ca++ Pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme
8. Magnesium (Mg) : Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil
Mg++ Berperan dalam pembentukan buah
9. Belerang (S) : Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
SO4- Membantu pertumbuhan anakan produktif
Membantu pembentukan butir hijau daun
10. Besi (Fe) : Pembentukan hijau daun (klorofil)
Fe++ Pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
11. Mangan (Mn) : Pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
Mn++ Mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
Berperan sebagai aktifator macam-macam enzim
12. Tembaga (Cu): Pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa
Cu++ Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
13. Seng (Zn) : Mendorong perkembangan pertumbuhan
Zn++ Pembentukan hormon tumbuh (auxin)
Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah
14. Molibdenum (Mo) : Mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa
Mo O4- Katalisator dalam mereduksi N
15. Boron (Bo) : Transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
Bo O3- Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
Pembiakan sel (titik tumbuh pucuk).
Pembentukan tepung sari, bunga dan akar
16. Khlor (Cl) : Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman.
Cl -

Fotosintesis adalah Pembentukan zat makanan/energi (glukosa) yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.Organismenya disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.

Di dalam daun terdapat mesofil (jaringan bunga karang dan jaringan pagar). Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil (pigmen fotosintesis yang berperan penting dalam menyerap energi matahari).

Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk batang dan buah yang belum matang. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. Membran stroma ini disebut tilakoid, yang didalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang disebut lokuli. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapa komponen seperti protein, klorofil a, klorofil b, karetonoid, dan lipid. Secara keseluruhan, stroma berisi protein, enzim, DNA, RNA, gula fosfat, ribosom, vitamin-vitamin, dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn), besi (Fe), maupun perak (Cu).Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. Sedangkan, pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem.

persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa :
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

faktor utama yang menentukan laju fotosintesis[29] :
1. Intensitas cahaya = Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
2. Konsentrasi karbon dioksida = Semakin banyak CO2 di udara, makin banyak jumlah
bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3. Suhu = Enzim yang bekerja hanya dapat bekerja pada suhu optimal.
4. Kadar air = Kurang air menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan CO2.
5. Kadar fotosintat = Jika berkurang, laju fotosintesis akan naik dan sebaliknya.
6. Tahap pertumbuhan = Lebih tinggi tumbuhan sedang berkecambah <> tumbuhan dewasa.

Sel tumbuhan = bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:
1. Vakuola yang besar (dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor
sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.
2. Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin,
dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel
fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan.
3. Plasmodesmata, pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel
tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan
hifa yang digunakan oleh fungi.
4. Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang memberikan
warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
5. Kelompok tumbuhan tidak berflagella (termasuk konifer dan tumbuhan berbuga) juga
tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.

Jaringan epidermis : jaringan paling luar yang membungkus tumbuhan
Jaringan pengangkut : berperan dalam pengangkutan di dalam tubuh tumbuhan
Jaringan tanah : melakukan fotosintesis, penyimpanan makanan, dan penyokong struktur.
o Parenkim : Dinding primer tipis, tidak memiliki dinding sekunder; dapat
berkembang menjadi jaringan tumbuhan yang lebih terspesialisasi.
o Kolenkim : Dinding primer yang tebal, bergabung untuk menyokong bagian tumbuhan
yang sedang tumbuh.
o Sklerenkim : Dinding sekunder tebal, menyokong bagian tumbuhan yang tidak tumbuh.

Akar : bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan.
Auksin : zat hormon tumbuhan.
Endosperma : bagian dari biji tumbuhan berbunga hasil dari pembuahan berganda.
Fitokrom : reseptor cahaya.
Fotorespirasi : respirasi pada tumbuhan yang dibangkitkan oleh penerimaan cahaya yang diterima oleh daun.
Daun : salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang.
Klorofil : kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan.
Kromofor : bagian dari pigmen yang paling sensitif terhadap rangsangan cahaya.
Kutikula tumbuhan : lapisan pelindung pada seluruh sistem tajuk.
Kutin : polimer heterogen yang terdiri dari berbagai kombinasi asam lemak (16&18).
Hidroksil : gugus fungsional -OH (sebagai subsituen di sebuah senyawa organik).
Pektin : polimer heterosakarida yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat.
Lipid : senyawa organik hasil proses dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon.
Membran sel : fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan
antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan
lingkungan di luar sel, untuk melindungi inti sel dan sistem
kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma.
Plastida : organel pada sel tumbuhan.
Ribosom : organel kecil dan padat dalam sel (tempat sintesis protein).
Lisosom : organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik.
Ribonucleic Acid (RNA) : senyawa genetik (menentukan ekspresi genetik).
Vakuola : ruang dalam sel yang berisi cairan.
Kromatin : kompleks dari asam deoksiribonukleat, protein histon dan protein non
histon yang ditemukan pada inti sel eukariota.
Mitokondria : organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup.
Deoxyribonucleic acid (DNA) : asam nukleat penyusun berat kering setiap organisme.
Inti sel : organel pengangkut materi genetik pada eukariota.
Retikulum Endoplasma : organel yang terdiri atas sistem membran.
Badan Golgi : organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel.

0 komentar:

Posting Komentar