A. Teori Pedagogik (mengantarkan anak menuju pada kedewasaan/ilmu mendidik anak)
Pedagogik diperlukan karena menjadi dasar bagi praktek mendidik anak serta standar keberhasilan praktek mendidik anak.Kedua, agar praktek pendidikan anak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pedagogik secara jelas memiliki kegunaan :
1. Untuk memahami fenomena pendidikan secara sistematis.
2. Memberikan petunjuk tentang yang seharusnya dilaksanakan dalam mendidik.
3. Menghindari kesalahan-kesalahan dalam praktek mendidik anak.
4. Memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.
B. Teori Bloom
1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
2. Affective Domain (Ranah Afektif), berisi perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor), berisi perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.
1. Cognitive Domain
A. Pengetahuan (Knowledge)
Kemampuan mengenali dan mengingat peristilahan atau definisi.
B. Pemahaman (Comprehension)
Kemampuan membaca dan memahami gambaran.
C. Aplikasi (Application)
Kemampuan menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori.
D. Analisis (Analysis)
Kemampuan menganalisa informasi yang masuk.
E. Sintesis (Synthesis)
Kemampuan mengenali data atau informasi untuk menghasilkan suatu solusi.
F. Evaluasi (Evaluation)
Kemampuan memberikan suatu penilaian.
2. Affective Domain
A. Penerimaan (Receiving/Attending)
Kemampuan menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya.
B. Tanggapan (Responding)
Kemampuan memberi reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya.
C. Penghargaan (Valuing)
Kemampuan penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.
D. Pengorganisasian (Organization)
Kemampuan memadukan nilai yang berbeda.
3. Psychomotor Domain
A. Persepsi (Perception)
Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.
B. Kesiapan (Set)
Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.
C. Guided Response (Respon Terpimpin)
Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba.
D. Mekanisme (Mechanism)
Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap.
E. Penyesuaian (Adaptation)
Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.
F. Penciptaan (Origination)
Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.
C. Teori Brunner
Bruner menganggap, bahwa belajar meliputi tiga proses kognitif, yaitu memperoleh informasi baru, transformasi pengetahuan, dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. Pandangan itu didasarkan pada dua prinsip, yaitu pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model mengenai kenyataan yang dibangunnya, dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang itu.
Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual, yaitu:
1. Enactive
Dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek, siswa melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan.
2. Iconic
Dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar.
3. Symbolic
Mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak.
Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri dan banyak menuntut pengulangan-penulangan, maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. (menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks, dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih kompleks. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh.)
Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Selain itu, pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan.
D. Pendekatan Konstruktivisme (pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari)
Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:
1. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
2. Pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
4. Setiap orang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
5. Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.


0 komentar:
Posting Komentar